Archive
| Mo | Tu | We | Th | Fr | Sa | Su | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | |||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | |
| 27 | 28 | 29 | |||||
Poll: Social Media
Which social media you used ?
Did you enjoy this article?
(total 1 votes)
Katak berbunyi keras saat hujan karena mereka harus bernapas. Saat masih berupa berudu, mereka bernapas dengan insang. Setelah menjadi katak mereka bernapas dengan paru-paru.
Namun katak tidak bisa menggelembungkan paru-paru untuk bernapas seperti hewan lainnya. Katak menghirup udara dengan menggelembungkan dan mengkerutkan leher. Karena itu katak tidak hanya bernapas melalui paru-paru, tetapi juga melalui kulit. Saat kelembaban tinggi katak jadi sulit bernapas. Untuk memperbanyak jumlah udara yang masuk mereka harus mengeluarkan bunyi dengan keras melalui leher.





J o u r n a l


